Sejarah Berdiri Pondok Pesantren
KH. Ahmad Mustofa (Mbah Daris) adalah salah satu dari santri Simbah KH. Dimyathi Tremas Pacitan Jawa Timur. Semasa hidupnya beliau banyak menekuni ilmu-ilmu agama khususnya di bidang Al-Qur’an.
Diantara guru-guru beliau adalah :
1. Simbah KH. Dimyathi Tremas
2. Simbah KH. Munawwir Krapyak
3. Simbah KH Manshur Popongan
4. Simbah KH. Siroj Umar
5. Simbah KH. Muhammad bin Sulaiman
Sebelum Pondok Pesantren Al-Qur’aniyy berdiri, beliau mengajar Al-Qur’an di Mangkuyudan dan sekitarnya, baik pada putra-putrinya sendiri maupun masyarakat setempat, serta mendirikan pengajian-pengajian Al-Qur’an. (semaan Al-Qur’an dan tadarus Al-Qur’an).
1. Semaan Al-Qur’an Jum’at dan Sabtu Pagi
2. Pengajian Al-Qur’an Ibu-ibu Selasa
3. Penampungan santri dari luar kota Solo untuk dididik tahfidzul Qur’an
Atas desakan berbagai pihak serta bermodalkan perjuangan Izzul Qur’an, beliau mewakafkan sebagian tanah untuk dijadikan sarana demi kelangsungan kegiatan-kegiatan beliau di atas. Sekitar tahun 1980 berdirilah sebuah bangunan berlantai tiga untuk dijadikan penampungan para santri dan aktifitas kegiatan-kegiatan beliau. Yang beralamat di Jl. Sidoasih Barat, Todipan, Laweyan, Surakarta. Hal ini mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. Enam tahun kemudian, berdirilah bangunan disebelahnya untuk penampungan santri putri. Dua bangunan itulah Pondok Pesantren Al Qur’aniyy.
KH. Ahmad Mustofa (Mabah Daris) adalah perintis dan pendiri, sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’aniyy Mangkuyudan. Pada hari Rabu Wage 9 April 1997 sekitar jam 06.00 WIB beliau wafat, meninggalkan keluarga dan para santri untuk selama-lamanya menghadap ke hadirat Allah SWT. Sepeninggal KH Ahmad Mustofa selaku pendiri, Pondok Pesantren Al-Qur’aniyy mendapat kepercayaan dari keluarga almarhum KH Ahmad Zayadi Notokartono berupa tanah wakaf dengan alamat jalan Kabangan II/3 Tegalayu Kelurahan Bumi Kecamatan Laweyan seluas ± 540 M2 . Tanah wakaf tersebut diamanatkan untuk diserahkan kepada Yayasan Pondok Pesantren Al-Qur’aniyy Mangkuyudan Surakarta. Untuk mengenang dan mengabadikan Bapak KH Ahmad Zayadi Notokartono, maka segenap anggota Yayasan Pondok Pesantren Al-Qur’aniyy sepakat menjadikan tanah wakaf tersebut sebagai Pondok Pesantren Al-Qur’aniyy Az Zayadiyy. Jadi kesimpulanya pondok pesantren ini ada dua yaitu Pondok Pesantren Alquraniy dan Alquraniyy Azzayadiyy.